Review Buku Pekan Ini: Serunya Diskusi Literasi di Pojok Baca SMPN 115

Admin/ Maret 21, 2026/ Pendidikan

Kegiatan membaca seringkali dianggap sebagai aktivitas individual yang sunyi dan membosankan bagi sebagian remaja. Namun, persepsi tersebut berhasil dipatahkan melalui agenda rutin yang diadakan di SMPN 115. Setiap minggunya, sekolah ini menggelar acara bedah karya yang dikemas secara santai namun mendalam. Melalui Review Buku pekan ini, para siswa diajak untuk tidak hanya sekadar melahap teks, tetapi juga berani mengkritisi isi, alur, hingga pesan moral yang terkandung dalam sebuah literatur. Hal ini menjadi magnet baru bagi siswa untuk lebih sering berkunjung ke perpustakaan sekolah.

Tempat berlangsungnya acara ini bukanlah di ruang kelas yang kaku, melainkan di area khusus yang telah didesain sedemikian rupa. Keberadaan Pojok Baca di SMPN 115 menjadi kunci utama kenyamanan para siswa. Dengan karpet yang empuk, pencahayaan yang pas, serta deretan rak buku yang tertata estetis, ruangan ini bertransformasi menjadi ruang publik mini bagi para pecinta ilmu. Di sini, batas antara guru dan murid mencair dalam sebuah dialog intelektual yang hangat. Suasana yang inklusif ini membuat siswa yang tadinya malu-malu menjadi lebih berani untuk mengutarakan pendapatnya di depan umum.

Diskusi literasi yang dijalankan setiap pekan ini mengusung tema yang beragam, mulai dari fiksi remaja, biografi tokoh inspiratif, hingga buku-bintang sains populer. Proses pemilihan buku biasanya dilakukan berdasarkan pemungutan suara di media sosial sekolah, sehingga buku yang diulas benar-benar relevan dengan minat siswa saat ini. Keseruan memuncak saat para siswa mulai memperdebatkan sudut pandang penulis. Tak jarang, perbedaan pendapat ini justru memicu rasa ingin tahu yang lebih dalam, mendorong mereka untuk mencari referensi tambahan guna memperkuat argumen masing-masing dalam sesi diskusi tersebut.

Dampak positif dari kegiatan ini sangat terasa pada peningkatan kemampuan literasi siswa secara keseluruhan. Membaca bukan lagi menjadi beban tugas sekolah, melainkan sebuah kebutuhan untuk tetap relevan dalam pergaulan intelektual di sekolah. Selain itu, kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) siswa SMPN 115 juga terasah dengan baik. Mereka belajar bagaimana merangkai kata-kata agar mudah dipahami, cara menyanggah pendapat orang lain dengan sopan, serta teknik merangkum isi buku yang tebal menjadi poin-poin yang menarik bagi pendengar.

Share this Post